PERINTAH INFORMASI SISTEM
Kegunaannya untuk mengetahui seluk beluk sistem baik dari segi hardware maupun software, diantaranya adalah sebagai berikut:
df perintah df menampilkan filesystem penggunaan disk space untuk semua partisi. Yang paling enak mungkin perintah df -h karena dia yang sering di gunakan :). df -h menggunakan megabyte (M) dan gigabyte (G) dalam hasilnya jadi lebih enak di baca manusia kayak kita he..he, bukan perhitungan block. (-h berarti “-human”)
free : perintah ini akan menampilkan tabel penggunaan memory dalam sistem saat itu. Misalnya, free -m akan memberikan informasi menggunakan ukuran dalam megabyte (Mb), gunakan yang ini saja biar gampang.
top : perintah yang menampilkan informasi pada sistem Linux anda yang sedang di jalankan, system resources, termasuk CPU, RAM, penggunaan memory swap, dan berapa task yang sedang dijalankan. Untuk keluar dari perintah top, tekan Q.
Uname -a : uname - untuk menampilkan informasi termasuk nama mesin (nama komputer anda yang nampak dalam network), nama kernel, versi release, dan beberapa rincian lainnya. Paling berguna untuk memeriksa kernel yang Anda gunakan.
lsb_release -a : lsb_release dengan tambahan opsi -a untuk menampilkan informasi tentang versi Linux yang di gunakan di system anda berikut contoh hasilnya :
No LSB modules are available.
Distributor ID: Ubuntu
Description: Ubuntu 8.10
Release: 8.10
Codename: intrepid
ifconfig : menampilkan informasi network adapter di system anda termasuk yang wireless
iwconfig : Perintah iwconfig akan menampilkan informasi interface adapter jaringan nirkabel( wireless/Wi fi) termasuk informasi spesifik dari interface tersebut seperti kecepatan (Mbps) dan jaringan wireless yang sedang terhubung ke interface tersebut.
ps : Perintah ps akan menampilkan semua proses yang berjalan pada komputer anda.
Perintah-perintah berikutnya adalah untuk mengetahui daftar hardware pada komputer Anda, baik dari jenis tertentu atau dengan metode tertentu. Perintah ini paling berguna untuk debug bila suatu hardware anda tidak berfungsi dengan benar.
lspci : Perintah lspci menampilkan daftar semua PCI bus dan perangkat yang terhubung ke mereka. Biasanya juga mencakup network card dan sound card.
lsusb : Perintah lsusb menampilkan daftar semua bus USB dan perangkat USB yang sedang terhubung ke komputer seperti printer, flash disk, dan peralatan dengan USB interface lainnya.
lshal : Perintah lshal menampilkan daftar semua perangkat yang terdeteksi dan diketahui oleh Hardware Abstraction Layer (HAL), seharusnya sebagian besar atau semua hardware anda ter-list di sini.
lshw : Perintah lshw menampilkan daftar hardware di sistem anda, termasuk manufacturernya, jenis, dan ke mana hardware tersebut terhubung.
Satu yang selalu harus di ingat ketika belajar command line adalah kalau bingung dan ingin tahu tentang suatu perintah sekaligus opsi-opsinya gunakan perintah man namaperintah
moco terusane bozt..
11.24 |
Posted in
16.03 |
Posted in
Saat ini sudah banyak sekali macam macam virus, mulai dari virus mainan sampai virus yang mampu merusak system bahkan ada juga virus yang sampai merusak hardware.
Pasti kita tidak mau kalau komputer kita sampai rusak hanya gara‐gara virus yang suka merestart komputer kita bila sudah masuk pada Windows.
Tentunya hal ini dapat membuat kita semakin merasa terganggu dengan adanya virus yang semakin hari semakin canggih dan semakin sulit untuk dibasmi. Akan tetapi, sekarang tidak perlu khawatir lagi dengan virus karena saat ini ada cara yang cukup ampuh untuk mencegah virus yang akan menginfeksi file ataupun folder.
Cara ini sangat mudah dan dijamin sulit ditembus oleh banyak jenis virus.
Langkah pertama yaitu mencegah virus yang menggunakan file autorun.inf sebagai senjata utamanya dengan cara membuat folder dengan nama autorun.inf kemudian di dalam folder tersebut buatlah folder lagi dengan nama yang menggunakan code ASCII.
Untuk dapat menuliskan code ASCII kita bisa menggunakan kombinasi tombol Alt dengan tombol Numeric Keyboard misalnya Alt + 1 maka akan muncul code ☺. Kombinasi yang bisa kita gunakan yaitu mulai dari 1 sampai 255.
Langkah kedua yaitu membuat folder yang sama dengan nama file induk virus yang ada di dalam flashdisk misal system.exe, boot.exe dll.
Langkah ketiga yaitu dengan menyisipkan code ASCII ke setiap folder yang berada dinroot flashdisk. Kalau perlu setiap folder yang yang ada pada root drive harddisk juga disisipi
code ASCII.
Sekarang saya akan menjelaskan langkah langkah di atas. Pertama buatlah folder dengan nama autorun.inf di bagian root flashdisk agar virus tak dapat membuat file autorun.inf untuk mengeksekusi file induk yang telah tercopy ke dalam flashdisk ketika flashdisk tersebut masuk ke komputer lain yang belum terinfeksi.
Buat juga folder yang namanya sama dengan nama file induk virus tersebut misal system.exe, boot.exe dll.
Kemudian buatlah folder dengan nama yang menggunakan code ASCII di dalam folder autorun.inf.
Kali ini saya menggunakan kombinasi Alt+17, Alt+2, Alt+16. Tidak semua komputer memiliki code ASCII yang sama. Kita bisa menggunakan kombinasi sesuai denganmkeinginan kita. Lakukan cara yang sama pada folder‐folder namanya sama dengan file induk virus.
Sekarang kita buat lagi folder dengan nama yang menggunakan code ASCII misalnya dengan nama ☺My Data☻. Folder ini nantinya bisa digunakan untuk menyimpan document atau aplikasi. Sebaiknya setiap folder diberi code ASCII agar file yang ada di dalamnya lebih aman dari serangan virus. Kalau bisa folder yang ada di hard disk juga diberi code ASCII kecuali folder‐folder milik system Windows, karena bila diberi code ASCII system tidak dapat berjalan.
Kemudian sembunyikan folder folder yang namanya kita samakan dengan nama induk virus dengan menggunakan perintah attrib pada command prompt.
Caranya bukalah Run Command lalu ketik cmd kemudian tekan Enter, setelah command prompt muncul, masuklah ke driver flashdisk Anda dengan mengetik namadrive: misal O: lalu tekan Enter lalu ketik attrib +s +h +r –a autorun.inf. Lakukan cara yang sama pada folder yang namanya sama dengan file induk virus. moco terusane bozt..
Pasti kita tidak mau kalau komputer kita sampai rusak hanya gara‐gara virus yang suka merestart komputer kita bila sudah masuk pada Windows.
Tentunya hal ini dapat membuat kita semakin merasa terganggu dengan adanya virus yang semakin hari semakin canggih dan semakin sulit untuk dibasmi. Akan tetapi, sekarang tidak perlu khawatir lagi dengan virus karena saat ini ada cara yang cukup ampuh untuk mencegah virus yang akan menginfeksi file ataupun folder.
Cara ini sangat mudah dan dijamin sulit ditembus oleh banyak jenis virus.
Langkah pertama yaitu mencegah virus yang menggunakan file autorun.inf sebagai senjata utamanya dengan cara membuat folder dengan nama autorun.inf kemudian di dalam folder tersebut buatlah folder lagi dengan nama yang menggunakan code ASCII.
Untuk dapat menuliskan code ASCII kita bisa menggunakan kombinasi tombol Alt dengan tombol Numeric Keyboard misalnya Alt + 1 maka akan muncul code ☺. Kombinasi yang bisa kita gunakan yaitu mulai dari 1 sampai 255.
Langkah kedua yaitu membuat folder yang sama dengan nama file induk virus yang ada di dalam flashdisk misal system.exe, boot.exe dll.
Langkah ketiga yaitu dengan menyisipkan code ASCII ke setiap folder yang berada dinroot flashdisk. Kalau perlu setiap folder yang yang ada pada root drive harddisk juga disisipi
code ASCII.
Sekarang saya akan menjelaskan langkah langkah di atas. Pertama buatlah folder dengan nama autorun.inf di bagian root flashdisk agar virus tak dapat membuat file autorun.inf untuk mengeksekusi file induk yang telah tercopy ke dalam flashdisk ketika flashdisk tersebut masuk ke komputer lain yang belum terinfeksi.
Buat juga folder yang namanya sama dengan nama file induk virus tersebut misal system.exe, boot.exe dll.
Kemudian buatlah folder dengan nama yang menggunakan code ASCII di dalam folder autorun.inf.
Kali ini saya menggunakan kombinasi Alt+17, Alt+2, Alt+16. Tidak semua komputer memiliki code ASCII yang sama. Kita bisa menggunakan kombinasi sesuai denganmkeinginan kita. Lakukan cara yang sama pada folder‐folder namanya sama dengan file induk virus.
Sekarang kita buat lagi folder dengan nama yang menggunakan code ASCII misalnya dengan nama ☺My Data☻. Folder ini nantinya bisa digunakan untuk menyimpan document atau aplikasi. Sebaiknya setiap folder diberi code ASCII agar file yang ada di dalamnya lebih aman dari serangan virus. Kalau bisa folder yang ada di hard disk juga diberi code ASCII kecuali folder‐folder milik system Windows, karena bila diberi code ASCII system tidak dapat berjalan.
Kemudian sembunyikan folder folder yang namanya kita samakan dengan nama induk virus dengan menggunakan perintah attrib pada command prompt.
Caranya bukalah Run Command lalu ketik cmd kemudian tekan Enter, setelah command prompt muncul, masuklah ke driver flashdisk Anda dengan mengetik namadrive: misal O: lalu tekan Enter lalu ketik attrib +s +h +r –a autorun.inf. Lakukan cara yang sama pada folder yang namanya sama dengan file induk virus. moco terusane bozt..


